Rakernas Gekrafs 2026, Ini 6 Poin Penguatan Ekonomi Kreatif

Rakernas Gekrafs 2026, Ini 6 Poin Penguatan Ekonomi Kreatif

Salah satu cara untuk meningkatkan ekraf nasional adalah munculnya gerakan-gerakan pendukung terkait. Pada tanggal 6-7 Maret 2026, Gekrafs (Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional) mengadakan Rakernas (Rapat Kerja Nasional).

Agenda tersebut tidak boleh dianggap sepele, karena ada beberapa poin penting yang disampaikan pada Rakernas tersebut. Tujuannya tentu untuk memperkuat ekosistem ekraf pada level nasional.

Apa saja poin penting yang bertujuan untuk penguatan sektor ekraf nasional tersebut? Simak pembahasan komprehensifnya pada artikel di bawah ini!

6 Poin Penting Penguatan Ekonomi Kreatif dari Rakernas Gekrafs 2026

Rakernas Gekrafs 2026 membawa strategi implementasi ideal untuk pertumbuhan ekonomi kreatif nasional. Apa saja poin strategi penting itu? Simak di sini!

Rekomendasi strategis yang ditawarkan oleh Gekrafs dapat menjadi modal untuk memperkuat sektor ekraf skala nasional.

Poin-poin penting yang disampaikan oleh beberapa petinggi Gekrafs seperti Tommy William Tampubolon (Ketua Komite Rakernas Gekrafs 2026) dan Kawendra Lukistian (Ketua Umum Gekrafs) menjadi prinsip yang harus dipegang demi mewujudkan ekosistem ekraf yang ideal.

Terdapat 6 (enam) poin penting yang menjadi strategi pertumbuhan ekraf yang dapat Anda ketahui, antara lain:

1.     Penguatan Konsolidasi Nasional

Poin ini berfokus pada bersatunya visi antara pihak pusat dan daerah demi terwujudnya akselerasi karya dan transformasi digital untuk meningkatkan ekraf.

Pada Rakernas Gekrafs 2026, penguatan konsolidasi nasional ditandai dengan bukti nyata dilibatkannya 38 provinsi untuk mewujudkan kekayaan intelektual (KI) sebagai bentuk agunan pembiayaan (KUR).

2.     Percepatan Implementasi Asta Karya

Ada satu hal yang menjadi fokus utama Rakerna Gekrafs 2026, yaitu implementasi Asta karya. Selain menjadi tema yang mengusung rapat kerja tahun ini, Asta Karya merupakan “bahan bakar” strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif.

Adapun 8 (delapan) program utama yang diluncurkan dalam konsep Asta Karya, antara lain:

          CEFA (Creative Equity Funding Acceleration)

          DIPPLE (Digital IP Protection Licensing and Ecosystem)

          GANDI (National Gastronomy Diplomacy Documentation Initiative)

          YOTEM (Youth Inclusive Talent Mobilization)

          ARTPAY (Artist Right to Pay and Honorarium)

          DIMAP (Digital Market Penetration Literacy Program)

          RECHUB (Regional Creative Hub)

          GLOBE (Global Outreach and Diaspora Engagement)

3.     Penguatan Ekosistem Kolaborasi Ekraf

Fokus dari poin ketiga ini adalah pendekatan hexa helix yang melibatkan pemerintah, komunitas, media, industri, lembaga keuangan dan akademisi untuk membangun rantai ekonomi kreatif yang inklusif.

Karena dalam pertumbuhan ekraf, hal-hal yang diperlukan tidak hanya sebatas kemampuan daya saing dalam aspek ekonomi. Tetapi, di dalamnya mencakup riset, pendanaan, pemasaran dan perlindungan HAKI.

4.     Perluasan Akses Pasar Global

Pertumbuhan ekonomi kreatif akan lebih baik jika adanya perluasan akses pasar global. Aspek ini yang menjadi fokus penting dalam Rakernas Gekrafs 2026. Strategi utamanya meliputi penggunaan e-commerce dan hilirisasi produk.

Dan pada prakteknya, adanya dorongan digitalisasi dan pemanfaatan KI (Kekayaan Intelektual) bertujuan agar setiap produk mampu menembus pasar global.

5.     Perlindungan Karya dan Kekayaan Intelektual

Perlindungan karya dan kekayaan intelektual (HAKI) juga menjadi poin penting yang dibahas pada Rakernas Gekrafs 2026. Poin ini termasuk ke dalam agenda program Asta Karya yang disebut sebagai DIPPLE (Digital IP Protection Licensing and Ecosystem).

Melalui program DIPPLE, pemerintah akan berfokus untuk memberikan perlindungan hukum untuk memastikan keadilan ekonomi bagi para kreator dapat terwujud.

6.     Pengembangan Talenta Kreatif

Poin terakhir adalah pengembangan talenta kreatif yang berpengaruh pada pertumbuhan ekraf nasional. Hal tersebut dikarenakan kemunculan creator muda dan kreatif dapat menjadi pemantik bertumbuhnya ekosistem ekraf yang sesuai dengan tujuan awal.

Itulah poin penting yang disebutkan pada Rakernas Gekrafs 2026 yang diselenggarakan bulan Maret lalu. Bagi masyarakat, adanya strategi pertumbuhan ekraf ini mungkin tidak berdampak langsung sekarang.

Namun, jika implementasi yang dilakukan sudah sesuai target, maka lambat laun akan menjadi faktor penting yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi kreatif nasional dan berdampak pada pertumbuhan ekosistem kreatif yang lebih luas di masyarakat.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan