Liga Indonesia yang kini memasuki era Super League memasuki musim paling panas dan tak terduga dalam beberapa tahun terakhir.
Selain tim-tim unggulan seperti Borneo FC, Persija, dan Persib, sejumlah klub non-favorit mulai menunjukkan potensi besar untuk menjadi underdog musim ini.
Dengan statistik musim lalu yang kompetitif, rebranding liga, serta regulasi pemain asing dan U-23 yang makin ketat, kompetisi diprediksi jauh lebih sengit.
Analisis Underdog Babak Baru Liga Indonesia

Rebranding era Super League membuat berbagai analisis mengenai calon tim-tim kuat bermunculan. Berikut analisis lengkapnya!
1. Malut United: Pendatang Baru yang Konsisten Mengancam
Malut United menjadi nama paling sering disebut sebagai underdog utama. Meski berstatus pendatang baru, mereka mengakhiri musim 2024/2025 di posisi ketiga dengan 57 poin, sebuah pencapaian yang melampaui ekspektasi publik.
Konsistensi di papan atas, gaya bermain disiplin, dan kemampuan menahan tekanan tim besar menjadikan Malut United sebagai ancaman nyata. Tren ini membuat banyak analis memprediksi mereka bisa kembali membuat kejutan musim ini.
2. PSIM Yogyakarta: Tim Promosi yang Merangsek ke Elite
PSIM juga jadi sorotan sebagai klub promosi yang tampil meyakinkan. Dalam beberapa pekan kompetisi, mereka sempat masuk lima besar dan menunjukkan mental bertanding yang matang.
Melihat sejarah sepak bola Indonesia, tim promosi kerap melahirkan kejutan. Seperti Persik Kediri (juara 2003) dan PSBS Biak musim lalu yang tampil mengejutkan di papan tengah.
PSIM kini menambah daftar kemungkinan underdog yang siap mengguncang peta persaingan.
3. Persita Tangerang: Dari Papan Bawah Menjadi Ancaman Baru
Persita dalam dua musim terakhir diprediksi hanya akan berjuang menghindari degradasi. Namun kini mereka menunjukkan mental baru. Pelatihnya secara terbuka menolak label “underdog” dan memasang target lebih tinggi.
Dengan peningkatan performa dan keberanian menekan tim besar, Persita bisa menjadi “pembeda” dalam persaingan Super League musim ini.
4. Statistik Musim Lalu Membuktikan Liga Makin Kompetitif
Musim 2024/2025 mencatatkan beberapa data penting yang bisa dicermati antara lain:
- Persib juara dengan 69 poin
- Dewa United runner-up (61 poin)
- Malut United mengejutkan di posisi ketiga (57 poin)
- Alex Ferreira (Dewa United) menjadi top skor dengan 26 gol
- Penonton Persija tertinggi: 16.627 per laga
- Persebaya mengalami kenaikan jumlah penonton 50,1%
- PSS Sleman dan Barito Putera terdegradasi
Statistik ini menunjukkan bahwa liga semakin merata, dan peluang kejutan makin besar.
5. Sejarah Membuktikan: Underdog Bukan Hal Baru
Liga Indonesia memiliki tradisi panjang melahirkan tim-tim kejutan yang tercatat dalam “sejarah” seperti:
- Persik Kediri (2003): juara setelah status promosi
- Bandung Raya (1995/1996): kampiun meski tak diunggulkan
- Bhayangkara FC (2017): juara dengan skuad muda
- Persekabpas, Persmin Minahasa, hingga PSIM pernah mencapai babak penting kompetisi
- Malut United kini dianggap penerus tradisi tim kejutan yang bisa mengganggu dominasi klub-klub mapan.
6. Prediksi: Musim Paling Sulit Ditebak
Dengan rebranding menjadi Super League, regulasi anyar, dan meningkatnya kualitas tim-tim underdog, persaingan musim ini diprediksi menjadi salah satu yang paling seru dalam sejarah liga.
Borneo FC masih kuat, tetapi kehadiran Malut United, PSIM, dan Persita membuat perebutan posisi teratas semakin panas dan tidak bisa diprediksi.
Melihat dinamika kompetisi dan geliat tim-tim kejutan, Super League musim ini benar-benar menghadirkan rasa penasaran yang berbeda.
Klub-klub nonunggulan seperti Malut United, PSIM Yogyakarta, dan Persita Tangerang membuktikan bahwa mereka tidak sekadar pelengkap kompetisi, tetapi mampu mengancam stabilitas tim besar.
Ditambah dengan sejarah panjang underdog yang pernah menembus dominasi raksasa Liga Indonesia. Peluang terulangnya kisah fenomenal itu makin terbuka lebar. Mari tunggu bagaimana hasil ke depannya.

