Sudah saatnya untuk tidak banyak alasan untuk tidak berolahraga. Kemunculan olahraga slow jogging yang semakin popular dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa terbatas usia. Manfaat olahraga slow jogging ternyata hampir sama baiknya dengan olahraga lari pada umumnya.
Kemunculan olahraga seperti slow jogging pada dasarnya sebagai cara baru untuk menikmati olahraga lari dengan tempo (pace) yang lebih lambat dan nyaman. Apa saja manfaat slow jogging bagi tubuh? Apakah manfaatnya berbeda dengan jogging biasa? Simak ulasannya berikut ini!
Jangan Disepelekan! Ini Manfaat Olahraga Slow Jogging

Ide awal slow jogging berasal dari banyaknya orang yang resah karena olahraga lari sekarang bukan hanya bertujuan untuk sehat tetapi berlomba-lomba siapa yang memiliki pace tercepat. Padahal, seharusnya berolahraga wajib dibangun dengan perasaan yang menyenangkan.
Nah, untuk Anda yang tidak terlalu memedulikan pace saat berlari, olahraga slow jogging ini dapat menjadi pilihan tepat. Berikut ini manfaat slow jogging untuk kesehatan Anda:
1. Mengurangi Risiko Cedera
Manfaat olahraga slow jogging yang pertama adalah mengurangi cedera akibat overtraining. Karena saat Anda berlari dengan kecepatan berlebih tanpa ada variasi, risiko cedera muskuloskeletal dan overtraining dapat lebih mungkin terjadi.
Untuk itu, keberadaan olahraga slow jogging menjadi variasi yang membantu Anda untuk mencampur pace lari cepat dengan lambat. Variabilitas yang banyak dapat membantu tulang, otot atau jaringan otot lebih kuat menghadapi berbagai tekanan.
Terutama bagi Anda yang baru pertama kali berolahraga lari, yang mana otot kaki baru pertama kali mendapatkan tekanan baru. Jadi, adanya variasi slow jogging dapat memperkenalkan Anda dengan interval latihan yang lebih ideal dan optimal.
2. Membangun Stamina
Berlari santai juga dapat membantu meningkatkan ketahanan tubuh secara perlahan-lahan. Saat Anda berolahraga jogging santai, tubuh menjadi lebih siap untuk latihan olahraga yang lebih intens dan meningkatkan daya tahan.
Selain itu, daya tubuh Anda juga dapat meningkat jika rutin lakukan slow jogging minimal tiga kali seminggu. Namun, manfaat olahraga slow jogging tidak terasa instan. Anda butuh waktu 4-6 minggu untuk melihat perubahan fisik dan stamina.
3. Cocok untuk Pemulihan
Berbeda dengan lari cepat pada umumnya, slow jogging bermanfaat untuk Anda yang sedang menjalani pemulihan. Misal, Anda memiliki kondisi lemas karena overtraining. Maka, slow jogging dapat menjadi pilihan tepat sebelum Anda kembali berolahraga intens.
Dengan melakukan slow jogging, tubuh dapat memperoleh manfaat kesehatan jantung yang penting untuk meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi lemak tubuh, serta meningkatkan kekuatan otot. Sehingga, selama pemulihan Anda dapat mendapat energi lebih.
4. Variasi Olahraga Jogging
Slow jogging juga dapat menjadi alternatif olahraga jogging atau lari cepat. Ketika Anda berlari dengan kecepatan yang sama, bukan hanya menimbulkan risiko overtraining tetapi juga memicu rasa bosan dan pada akhirnya malas untuk berolahraga.
Tips berolahraga slow jogging adalah latihan polarisasi, yaitu paduan antara intensitas dan pacing. Sehingga, aktivitas lari Anda menjadi lebih bervariasi dan terus berkembang dari waktu ke waktu.
5. Membakar Kalori Tubuh
Manfaat slow jogging yang terakhir adalah membakar kalori tubuh. Saat Anda ingin mencapai berat badan ideal, lakukan variasi aktivitas olahraga yang dapat membakar kalori lebih banyak. Misal, angkat beban dan jogging.
Pastikan jika Anda tetap konsisten untuk berolahraga agar hasilnya optimal. Alternatif slow jogging ini dapat menurunkan risiko kebosanan atau merasa tersiksa karena harus membakar kalori tubuh lebih banyak.
Olahraga slow jogging dapat menjadi alternatif ideal bagi Anda yang mudah bosan terhadap suatu aktivitas tertentu. Jika dilakukan dengan konsisten dan optimal, manfaat olahraga slow jogging bagi tubuh akan lebih maksimal dan baik bagi tubuh Anda secara keseluruhan.

