Faktor Penyebab Jepang Stop Menjajah dalam Sejarah Indonesia

Faktor Penyebab Jepang Stop Menjajah dalam Sejarah Indonesia

Dalam sejarah Indonesia, Jepang pada akhirnya menghentikan penjajahannya sehingga bangsa pribumi bisa merdeka menjadi negara berdaulat pada 17 Agustus 1945. Total Jepang menjajah di Indonesia adalah 3,5 tahun yang mana itu tidak sampai setengahnya penjajahan Belanda.

Bila dilihat dari kebijakan bahkan bagaimana Jepang saat menjajah Indonesia, terlihat mereka sangat ingin menguasai Nusantara ini dan tidak ingin terlepas darinya. Namun masalah ternyata timbul dan kerugiannya harus dibayar.

Lantas, apakah faktor yang menjadi penyebab Jepang akhirnya harus berhenti menjajah Indonesia dan membiarkannya merdeka? Simak seluruh bahasannya di sini!

Faktor Penyebab Jepang Berhenti Menjajah Nusantara

Dalam sejarah Indonesia, berhentinya penjajahan Jepang adalah titik balik negara ini akhirnya merdeka. Apakah faktor penyebab berhentinya kolonialisme ini?

Jepang mulai menduduki Nusantara dan melakukan penjajahan terhitung sejak 10 Januari 1942 usai berhasil mengusir Belanda dengan Perjanjian Kalijati.

Meski begitu, ternyata Jepang tidak mampu menjajah Indonesia lebih dari 3,5 tahun sehingga rakyat Nusantara pun akhirnya bisa segera merdeka menjadi negara sendiri yang berdaulat. Hal ini terjadi ketika ada peristiwa yang telah merugikan Jepang apalagi ketika Uni Soviet datang.

1. Jepang Kalah Perang Melawan Sekutu

Pada kala itu khususnya masa Perang Dunia II, Jepang sedang berperang dengan Sekutu sehingga ketika menjajah Indonesia, negara ini ingin menjadikan negara ini sebagai basis militer mereka.

Jepang bisa memiliki sumber daya yang berlimpah dan bahan industri, serta memperoleh pasukan tambahan dari masyarakat pribumi untuk hadapi perang-perang yang selanjutnya dengan lancar.

Meski begitu ternyata nasib berkata lain, Jepang kalah perang di Asia dan Pasifik lalu beberapa daerah jajahannya akhirnya dikuasai oleh Sekutu yakni Amerika Serikat, Inggris, Uni Soviet, serta negara lainnya.

2. Bom Hiroshima dan Nagasaki

Usai mengalami kekalahan besar dalam banyak perang di Midway, Kepulauan Solomon, Iwo Jima, Balikpapan, Morotai, hingga Tarakan, Jepang masih belum menunjukkan rasa menyerah.

Akan teatpi, Jepang menjadi sangat goyah dan akhirnya mundur dari peperangan dan penjajahan dikarenakan peristiwa bom di Hiroshima (6 Agustus 1945) dan di Nagasaki (9 Agustus 1945) yang melukai sekitar 140.000 orang dan membunuh 74.000 orang.

Tewasnya ribuan orang serta hancurnya fisik kedua kota tersebut, Jepang pun kembali ketakutan karena ada kemungkinan serangan nuklir yang berlanjut sedangkan mereka tidak punya kemampuan militer dan senjata kuat untuk membalas serangan.

3. Deklarasi Postdam

Jepang sebelum mengalami peristiwa kekalahan dan bom sudah menerima deklarasi postdam, tapi tidak menghiraukannya bahkan ketika sudah diancam oleh Sekutu bila tidak setuju untuk menyerah tanpa syarat.

Ketika akhirnya mengalami kedua peristiwa tersebut, Jepang yang akhirnya sadar sudah tidak bisa berkutik, akhirnya setuju dan kemudian menandatangani deklarasi postdam. Jepang menyerah dan memilih damai, serta melepaskan semuanya yang dimilikinya.

4. Krisis Ekonomi

Usai mengalami kekalahan besar, Jepang mengalami sangat banyak krisis mulai dari infrastruktur, kekurangan makanan, kehilangan banyak prajurit, hingga inflasi yang tinggi, membuat Jepang mengalami masalah secara ekonomi.

Oleh itu, Jepang akhirnya tidak mampu lagi untuk lanjut berperang sehingga akhirnya memilih balik ke negaranya untuk memperbaiki segala kerusakan yang ada.

Dengan kondisi yang kosong tanpa pihak negara penjajah maupun negara lainnya, Indonesia pun akhirnya segera memproklamasikan kemerdekaannya sebelum ada yang hendak menjajah kembali.

Itulah berbagai cerita sejarah Indonesia tentang faktor penyebab dari berhentinya Jepang menjajah Indonesia. Jika Anda ingin informasi lainnya seputar sejarah pantengin terus website ini, ya. Sampai jumpa!

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan